Selamat datang di http://prigell-zone.blogspot.com . Blog ini bersifat umum; isi artikel multi-katagori sesuai mood dan apa yang sedang dipikirkan penulis. Anda dipersilakan untuk meng-copy, mem- paraphrase dan quote sesuai kaidah HAKI yang berlaku. Segala saran positif akan sangat penulis hargai. [EN: Welcome to http://prigell-zone.blogspot.com. This blog is general; multi-category content of the article according to mood and what the author was thinking. You are welcome to copy, to paraphrase and quote according to the rules of intellectual property laws. Any positive advice would be greatly appreciated writer.] -Prigell Priya Ragil-
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juli 2011

The Great Bawang Merah

[lıƃäɹ àʎıɹd lléƃıɹd]

Menyambung artikel sebelumnya, berikut ini artikel lain tentang bawang yang saya nukil dari Kitchen Notes Club dengan judul asli The Great Bawang Merah

Pada tahun 1919 ketika flu membunuh 40 juta orang, ada seorang dokter yang mengunjungi banyak petani untuk melihat apakah ia dapat membantu mereka memerangi flu.

Banyak petani dan keluarga mereka telah tertular dan banyak yang meninggal. Dokter ini mengunjungi satu keluarga petani, dan yang mengejutkannya, ternyata semua orang sangat sehat. Ketika dokter bertanya apa yang dilakukan petani yang membuatnya berbeda, sang istri menjawab bahwa ia telah menaruh bawang merah yang telah dikupas dalam sebuah piring pada setiap kamar di rumah itu, (mungkin hanya dua kamar waktu itu).

Dokter itu tidak percaya dan bertanya apakah ia dapat memiliki salah satu dari bawang merah itu untuk melihatnya di bawah mikroskop. Istri petani itu memberinya satu dan ketika dia melakukan hal ini, ia menemukan virus flu di bawang merah itu. Bawang merah ini jelas menyerap bakteri, oleh karena itu, menjaga keluarga ini tetap sehat.

Ada kisah menarik dari penulis sebagai berikut:  

"Saya mendengar cerita ini dari penata rambut saya di AZ. Dia mengatakan bahwa beberapa tahun lalu banyak dari karyawan yang datang bekerja dengan sakit flu dan begitu juga banyak dari pelanggannya. Tahun berikutnya ia meletakkan beberapa mangkuk bawang merah di sekitar tokonya. Yang mengejutkan, tak satu pun stafnya sakit. Ternyata berhasil .. (Bukan, dia tidak dalam bisnis bawang merah.)"

Moral dari cerita ini, belilah beberapa bawang merah dan tempatkan dalam mangkuk di sekitar rumah Anda. Jika Anda bekerja di dalam kantor, tempatkan satu atau dua di kantor atau di bawah meja Anda atau bahkan di atas suatu tempat. Cobalah dan lihat apa yang terjadi. Kami melakukannya tahun lalu dan kami tidak pernah terserang flu. Hal ini membantu Anda dan orang-orang yang Anda cintai dari sakit, dan semua menjadi lebih baik. Jika Anda terkena flu, itu hanya mungkin menjadi satu kasus yang ringan.

Ada sebuah kisah lain:

"Ketika aku mengirimkannya ke seorang teman di Oregon yang secara teratur memberikan kontribusi materi masalah kesehatan kepada saya. Dia menjawab dengan pengalaman yang paling menarik tentang bawang merah : Weldon, terima kasih untuk mengingatkan. Aku tidak tahu tentang kisah petani itu … tapi, aku tahu bahwa saya terkena pneumonia dan tidak perlu untuk mengatakan aku sangat sakit … aku menemukan sebuah artikel yang mengatakan untuk memotong kedua ujung sebuah bawang merah, lalu letakkan salah satu ujungnya pada sebuah garpu dan kemudian tempatkan ujung garpu pada sebuah stoples kosong … letakkan stoples itu di sebelah pasien yang sakit pada waktu malam hari. Dikatakan bahwa bawang merah akan menjadi hitam di pagi hari karena kuman2 … tentu saja hal itu terjadi persis seperti itu … bawang merah itu berantakan dan aku mulai merasa lebih baik. Hal lain yang saya baca di artikel itu bahwa bawang merah dan bawang putih yang ditempatkan di sekitar ruangan menyelamatkan banyak orang dari wabah hitam tahun yang lalu. Bawang merah dan bawang putih mempunyai kekuatan antibakteri, peralatan antiseptik."

Ini adalah catatan lain.

SISA BAWANG MERAH BERACUN

Bawang merah adalah sebuah magnet besar untuk bakteri, terutama bawang mentah. Anda seharusnya jangan pernah berencana untuk menyimpan sebagian dari irisan bawang merah. Hal ini tidak aman bahkan jika Anda memasukkannya ke dalam tas zip-lock dan memasukkannya ke dalam kulkas Anda. Bawang merah sudah cukup terkontaminasi hanya dengan dipotong dan dibiarkan terbuka untuk sebentar saja, sehingga hal itu dapat membahayakan Anda (dan perlu lebih waspada lagi terhadap bawang merah yang Anda masukkan ke dalam hotdog Anda di taman bisbol!) Jika Anda mengambil sisa bawang merah dan memasak seperti orang gila, anda mungkin akan baik-baik saja, tetapi jika Anda memotong sisa bawang merah dan menaruh pada sandwich Anda, Anda sedang mencari masalah. Baik bawang merah dan kentang basah dalam salad kentang, akan menarik dan menumbuhkan bakteri bahkan lebih cepat daripada mayones komersial yang akan mulai rusak.

Harap diingat, adalah berbahaya untuk mengiris bawang merah dan mencoba menggunakannya untuk memasak pada hari berikutnya, bawang merah menjadi sangat beracun bahkan untuk satu malam dan menciptakan bakteri beracun yang bisa menyebabkan infeksi lambung yang buruk dikarenakan kelebihan sekresi empedu dan bahkan keracunan makanan.

Mengiris Bawang Tanpa Menangis

[lıƃäɹ àʎıɹd lléƃıɹd]

Bawang Merah
Kenapa kita menangis saat mengiris bawang? Apakah benar air mata dari tangisan itu bagus buat mata? Dan bisakah memotong bawang tanpa menangis? Semua pertanyaan itu, seperti biasa, terjawab kalau kita mengerti bagaimana bawang bisa membuat kita menangis saat mengirisnya.

Tulisan ini dimuat di Iptek Pikiran Rakyat, Cakrawala Edisi 2 Juni 2005, dengan judul [Tak *Cengeng* Saat Kupas Bawang](http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0605/02/cakrawala/lainnya05.htm).

Mengiris Bawang Tanpa Menangis

Sebenarnya menangis karena memotong bawang bisa menyehatkan mata. Beberapa pakar percaya bahwa air mata yang keluar karena rangsangan hawa bawang membersihkan mata dan kelopaknya dari debu dan kuman. Ini membuat mata bening dan berbinar. Menangis karena mengiris bawang juga mengurangi efek "merah-merah" pada mata, yang biasanya diakibatkan oleh polusi udara, keseringan begadang, terlalu lama kena radiasi dari monitor tv/komputer, atau juga karena faktor usia. Namun sebenarnya, tangisan oleh bawang itu adalah akibat iritasi. Jadi kalau terlalu banyak justru tidak sehat. 

Mari kita lihat, bagaimana mengiris bawang memancing kita menangis.

Bagaimana hawa bawang membuat kita menangis?

Sel-sel kulit bawang terdiri dari dua bagian, satu mengandung enzim alinase (allinases), dan yang lainnya enzim sulfida (sulfides). Sat bawang diiris, sel tersebut pecah dan dua enzim tersebut lepas ke udara. Di udara enzim alinase menguraikan enzim sulfida menjadi asam sulfonat (R-HSO3) Asam sulfida termasuk senyawa yang tidak stabil, dia segera berubah menjadi gas asam sulfoksida amino. Gas inilah yang mengenai mata kita dan bereaksi dengan cairan di retina mata, menghasilkan asam sulfur lunak. Asam sulfur lunak ini mengakibatkan iritasi pada syaraf retina mata. Iritasi ini membuat mata kita terasa pedih, dan air matapun keluar sebagai respons untuk mengurangi iritasi tersebut. Yang menarik, enzim yang sama itulah yang memberi rasa khas pada bawang.

Bagaimana tidak menangis saat mengiris bawang?

Seperti yang sudah diuraikan di atas, tangisan akibat bawang adalah karena iritasi. Air mata yang keluar memang bagus untuk membersihkan mata, tapi iritasi terlalu lama justru tidak sehat lagi untuk mata. Jadi yang harus dicegah adalah iritasi yang berlebihan, bukan air mata yang keluar. Inilah beberapa tip untuk mengurangi iritasi mata dari bawang.
  • Tindakan yang paling gampang adalah menjaga jarak mata dengan bawang saat dikupas. Semakin jauh jaraknya, semakin berkurang gas asam sulfoksida amino sampai ke mata. 
  • Basahi tangan dan bawang sebelum mengiris bawang. Ini membuat sebagian gas asam sulfoksida amino tersebut bereaksi dengan air yang membasahi bawang dan tangan kita. Membahasi wajah juga membantu mengurangi iritasi tersebut. 
  • Bernapaslah berlahan-lahan, sekali-kali dengan mulut. Bernapas cepat dan dari hidung mempercepat gas asam sulfoksida amino sampai di mata. Beberapa orang mengigit roti saat mengiris bawang, sehingga aliran udara ke hidung tidak mempercepat asam sulfoksida amino sampai ke mata, disamping itu roti menyerap gas tersebut. 
  • Kupaslah lapisan kulit terluar bawang, dan dinginkan beberapa menit dalam kulkas. Temperatur yang rendah mengurangi reaktif enzim alinase dan sulfida. 
  • Hindari mengucek mata saat terasa pedih, karena hanya akan menambah iritasi. Kalau terpaksa harus mengucek, bersihkan tangan dan sirami mata dengan air. Kalau dirasa tidak cukup, bersihkan pakai sabun dengan hati-hati. 
Demikianlah beberapa tip untuk mengurangi iritasi mata saat mengiris bawang. Anda bisa memilih tip mana yang dirasa cocok. Semoga bermanfaat, dan selamat mencoba.

Disarikan dari berbagai sumber oleh
: Febdian Rusydi

Selasa, 05 Juli 2011

Prosedur Persalinan di Dalam AIR

Baik di Indonesia maupun di negara lain, belum ada standar baku persalinan di dalam air. Saat ini, standar baku baru digodok oleh The Royal College of Midwives dan The Royal College of Obstetricians. Keduanya lernbaga pendidikan bidan dan ginekolog di Inggris.

Karena belum ada standar baku, tiap rumah sakit yang menyediakan jasa persalinan di dalam air memiliki tata cara sendiri berdasarkan data dan literatur yang Mereka miliki. Seberapa ketat atau longgar tata cara tersebut tergantung dari pengalaman dan tingkat percaya diri pihak rumah sakit melaksanakan layanan ini.

Persalinan di dalam air dibedakan menjadil dua. Pertama, kolam air digunakan sepanjang persalinan. Untuk itu, syarat yang harus dipenuhi ibu sebagai berikut :

• Ibu hanya melahirkan satu bayi.
• Usla kehamilan tidak kurang dari 37 minggu atau bukan persalinan prematur.
• Persalinan normal dan spontan, tanpa induksi.
• Tekanan darah ibu normal.
• Bayi sehat dan normal berdlasarkan pemeriksaan USG.

Kedua, jika ibu akan melahirkan bayi kembar, posisi bayi sungsang, memiliki riwayat persalinan sulit, atau memiliki riwayat persalinan caesarian, kolam air banya digunakan untuk mengatasi rasa sakit selama persalinan tahap pertama. Namun, ibu tetap mengeluarkan bayi di darat.

Temperatur air di dalam kolam 35 – 37,5°C. Dengan demlkian, air tidak terlalu panas dan tidak membahayakan. Petugas medis akan mengecek suhu air secara berkala. Jika ibu meminjam kolam persalinan dari luar rumah sakit, pastikan perusahaan yang meminjamkan menyertakan termometer air.

Meskipun berendam di dalam air, ibu tetap akan mengeluarkan energi dan keringat. Oler karena Itu, minumlah air secara teratur. Setiap saat ibu keluar dari air, bungkus tubuh ibu dengan handuk besar yang hangat untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat.

Dengan bersalin air, bukan berarti bayi tidak dimonitor. Bayi tetap dimonitor menggunakan alat waterproof atau tahan air misalnya waterproof sonicaid atau aqua doppler untuk memantau detak jantung bayi setiap setengah higga satu jam pada persalinan tahap pertama dan sernakin sering pada persalinan tahap berikutnya.

Mungkin petugas medis meminta ibu menaikkan kandungan ke permukaan air saat memasang sonicaid. Jika ditemukan masalah pada bayi, mungkin petugas meminta ibu keluar kolam. Biasanya, di dekat kolam tersedia ranjang pemeriksaan. Jika ternyata bayi tidak bermasalah, ibu dapat kembali ke kolam.

Ibu juga mendapat pemeriksaan berkala. Petugas medis mengecek kemajuan persalinan dengan jalan mengamati, memeriksa warna kulit, berbicara dengan ibu dan merhat kondisi ibu umumnya.

Petugas medis juga mengecek tekanan darah dan subu tubuh. Pemeriksaan dalam dilakukan jika perlu. Saat tiba waktu mengejan, secara prinsip prosesnya sama dengan darat, dibimbing untuk mengejan. Saat bayi keluar air mendorongnya dengan lembut muncul ke permukaan dalam hitungan detik sehingga dapat diraih tangan ibu.

Pustaka
Persalinan Normal Tanpa Rassa Sakit, Oleh Sonny Danuatmaja dan Mila Meiliasari, Puspa Sehat.
Posted on April 18, 2011, 12:53 am, by , under Kebidanan.

Via
Bee Artie on DD Water (facebook group)

Kamis, 16 Juni 2011

Perang Melawan Virus Influenza


Sakit flu sering kali dianggap penyakit ringan dan remeh. Demam, batuk, pilek dan sakit tenggorokan merupakan ciri utama serangannya. Siapasih yang tidak pernah mengalaminya? Anda pasti setuju bahwa penyakit sejuta umat ini memang sangat menjengkelkan. Namun tahukah anda, apakah sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh, ketika kita terserang influenza?

Gambar berikut ini adalah sel virus:

Penyakit influenza dapat dikategorikan menjadi 3 bagian, yaitu influenza A,B dan C yang masing-masing disebabkan oleh tipe virus yang berbeda.

1. Influenza tipe A yang lebih sering dikenal sebagai Flu burung dapat menginfeksi manusia, kuda, babi, anjing laut, ikan paus dan binatang lainnya walaupun sebenarnya burung liar adalah tempat tinggal alamiah mereka.

2. Influenza tipe B umumnya ditemukan di manusia. Merupakan satu-satunya spesies dalam genus Orthomyxoviridae. Virus ini menginfeksi manusia dan anjing laut. Mutasinya tidak secepat flu burung, tetapi ia jauh lebih berbahaya dari pada influenza tipe C.

3. Influenza tipe C hanya menyebabkan sakit ringan pada manusia. Hampir semua manusia dewasa pernah terinfeksi influenza C, yang dapat menyebabkan rasa sakit di wilayah pernapasan bagian atas. Jarang sekali wilayah bagian bawah dapat terinfeksi.




Virus : Mahkluk Paling Parasit

Sebelum memahami influenza, ada baiknya kita mengerti terlebih dahulu,sebenarnya apa yang dimaksud dengan virus ? Kata “Virus” berasal dari bahasa latin yang artinya “cairan beracun”. Status virus sendiri masih diperdebatkan, apakah ia mahkluk hidup atau tidak.. Ia mahkluk yang sangat mungil, hanya sepanjang 20nm. Tubuhnya hanya terdiri dari DNA dan RNA Akan tetapi,tokoh antagonis dalam dunia medis ini memang merupakan mahkluk yang paling parasit di seluruh muka bumi. Virus memang hanya dapat bertahan hidup dengan cara “menumpang” didalam sel.

Bahan genetik virus yang memasuki sel inangnya akan memproduksi bangunan pelindung disekitar virus yang diberi nama virion. Selubung virion memiliki struktur heksagonal pada permukaannya dan dapat terbentuk sepanjang 500 mikron, 250 kali lebih panjang dari pada ukuran virus aslinya. Virion ini akan mengirimkan gen virus pada sel lainnya untuk menularkan infeksi lebih luas lagi

Jalan Masuk Invasi Virus

Tanpa kita sadari, seorang manusia sesungguhnya menghadapi tantangan yang sangat berat untuk bertahan hidup. Bayangkan saja, setiap detiknya, tubuh kita menghadapi serbuan jutaan virus dan bakteri yang selalu mencari celah untuk mengeksploitasi sumber daya di dalam sel-sel tubuh. Dari manakah mereka datang?

1. Kulit

Sebenarnya, lapisan terluar kulit terdiri dari sel-sel mati sehingga tidak dapat mendukung kehidupan virus. Virus tidak dapat menembus kedalam kulit begitu saja. Namun, virus dapat menumpang melalui gigitan nyamuk, binatang, jarum suntik atau luka.

Secara tidak langsung, virus dapat menular melalui jabat tangan maupun kontak langsung dengan barang-barang yang dipakai penderita. Pasien flu biasanya sering kali menyentuh hidung mereka, sehingga virus berpindah dari saluran pernapasan menuju tangan. Virus-virus tersebut dapat menular ke manusia lainnya melalui jabat tangan. Dan bila tangan seorang manusia sehat yang terkontaminasi virus menyentuh hidung atau matanya, maka virus-virus tersebut menemukan jalan masuk.

Virus juga dapat menempel di benda-benda. Dalam sebuah studi yang dilakukan, 59% perabotan dirumah kita diketahui telah terkontminasi RNA virus influenza, dan benda yang paling rentan untuk menjadi tempat penyebaran virus adalah uang.

2. Saluran Pernafasan

Saluran pernafasan merupakan rute masuk virus yang paling rawan karena kita setidaknya menghirup 6 liter udara dalam semenit. Alasan mengapa kita tidak selalu terinfeksi adalah karena ada berlapis-lapis sistem pertahanan tubuh yang membentengi diri kita. Berbicara, menyanyi, dan pernapasan normal semuanya menghasilkan uap nafas yang terkontaminasi virus. Akan tetapi batuk dan bersin dapat meluapkan hingga puluhan juta virus.

Peristiwa hebatnya penularan influenza ini terjadi pada sebuah pesawat komersial akhir tahun 1970. Pesawat yang mengangkut 54 penumpang tersebut tertunda penerbangannya selama 3 jam. Dalam periode tersebut, sistem ventilasi udara mengalami gangguan. Dan hanya dalam waktu 3 hari , 75% dari penumpangnya terserang influenza. Penyelidikan yang dilakukan menunjukkan bahwa sebelum kejadian, sumbernya hanya satu orang yang sakit flu.

Siklus Infeksi Influenza

Influenza C adalah virus yang sangat “merakyat”, karena menyerang siapa saja dan ada dimana-mana. “Jantung” dari virus influenza C ini terdiri dari ribonucleoproteinyang terdiri dari 7 segmen RNA dan 4 buah protein yaitu CM2, HEF,HA dan NA. Ketika menemukan sel, calon sasarannya, sang virus akan segera beraksi, menimbulkan lingkaran siklus infeksi didalam tubuh.

Agar mudah dipahami, para ahli virus membagi tahapan siklus infeksi menjadi beberapa tahap, yaitu :
  1. Virion menempel dan memasuki sel
    Virion akan menemukan “tempat parkir” untuk menempel pada sel inang. “tempat parkir” atau reseptor khusus ini berupa partikel gula sialic acid. Protein virus influenza, HA akan langsung mengikatkan dirinya pada rantai senyawa galaktosa ini. Setelah itu, Virion akan menggali dinding sel dan menembus kedalamannya.
  2. Penerjemahan mRNA menjadi protein
  3. Penggandaan RNA dan DNA, pada tahap ini materi genetik virus akan di “fotokopi” sebanyak  mungkin.
  4. “Kongres” Partikel Virus Baru
    Dengan memanfaatkan sumberdaya didalam sel induknya, virus akan menggelar semacam pertemuan akbar, membentuk virion. Selanjutnya, virion baru akan “diutus” untuk menginfeksi sel lainnya.
Mengawal “Perbatasan” dari Serangan

Walaupun influenza dapat menyerbu di setiap detik, kita tidak selalu “jatuh sakit”. Semua ini karena ada “pasukan perbatasan” yang harus dilangkahi terlebih dahulu. Mahkluk asing yang memasuki saluran pernapasan bagian atas akan terperangkap di saluran mucus dan dibawa turun ketenggorokan, sementara partikel asing yang sampai keparu-paru akan digiring oleh sel-sel cilia ke atas tenggorokan. Disinilah tersedia banyak pasukan makrofage yang bertugas melibas semua invasi mahkluk asing.
Kendati demikian, infeksi bisa juga menyebar melalui air ludah ke wilayah pernapasan yang lain. Jika infeksi telah terjadi di tenggorokan, itu artinya virus flu telah berhasil menghindari serbuan sel makrofage.

Siaga Satu Serangan Influenza

Strategi perlawanan terhadap influenza terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah sistem pertahanan alami. Sistem ini merupakan pertahanan otomatis yang dilakukan oleh para “prajurit garis depan”, yaitu netrofil yang bereaksi cepat, dalam hitungan menit hingga jam.

Kata kunci dari sistem pertahanan ini adalah “mahkluk asing”. Protein virus akan segera dikenali oleh “radar” protein sel netrofil yang diberi nama pattern recognition receptors. Reseptor ini dapat mengenali sel yang terinfeksi virus karena protein asingnya tidak ditemukan pada sel yang sehat. Begitu sang radar mencekal protein asing, maka enzim cytokinedilepaskan. 80% dari cytokinedihasilkan ketika sel yang terinfeksi virus ditangani oleh netrofil.

Enzim cytokine ini merupakan alarm bahwa tubuh dalam keadaan ‘siaga satu”. Walaupun kemudian, alarm ini memiliki efek samping menyebabkan demam, mengantuk, sakit otot, dan hilang selera makan. Cytokine terdiri dari banyak jenis dengan fungsi bervariasi, diantaranya :
- Tumor necrosis factor alpha (TNF-α)
- Interferon-α (IFN-α)
- Interferon -β (IFN-β)
- Interleukin-6 (IL-6)
- IL-12
- IFN-γ.

TNF-α merupakan cytokine yang dibuat dengan mengaktifkan sel denritik (monosit) dan makrofage. Cytokine inilah yang akan melebarkan pembuluh darah sehingga pasukan sel darah putih dapat lebih mudah dialirkan kedaerah infeksi. TNF-α ini juga akan menyuntikkan antivirus untuk membunuh sel-sel yang telah terlanjur terinfeksi, untuk mencegah virus diproduksi lebih banyak.

Bagian lain dari sistem pertahanan garis depan adalah sel pengawal, sel dendritik dan makrofage. Sel pengawal akan berpatroli mencari tanda-tanda infeksi. Sel dendritik mengikat cytokine yang dihasilkan sel yang terinfeksi virus dan juga membersihkan protein virus yang terlepas dari sel-sel yang telah mati.

Benteng Pertahanan Antibodi

Status “siaga satu” diberlakukan supaya benteng pertahanan yang sebenarnya punya waktu untuk mempersiapkan diri. Pertahanan lapis kedua, yang lebih dikenal sebagai pertahanan adaptif bersifat jauh lebih kuat, hanya saja memerlukan waktu yang lebih lama. Jika pada lapis pertama, kuncinya terletak pada “mahkluk asing”, maka pada lapis kedua, kuncinya terletak pada “memori”.

Sistem ini melibatkan limfosit B yang akan memproduksi antibodi. Antibodi memiliki ingatan yang sangat spesifik. Salah satu caranya untuk menetralisir virus adalah dengan menghalangi infeksi virus secara langsung. Antibodi akan langsung mencegah virus melakukan penempelan , maupun penggalian dinding sel.


Mutasi Virus Mengecoh Antibodi



Mengetahui bahwa antibodi merupakan prajurit yang tidak mudah lupa, maka virus influenza akan menyesuaikan serangannya. Ia menggunakan strategi “Drift Antigenik”, dimana Virus secara perlahan bermutasi menghasilkan virus strain baru yang tidak dapat dikenali oleh antibodi virus yang lama. Itulah sebabnya kita dapat terserang flu berkali-kali. Jadi, tak heran bila tidak ada vaksin untuk influenza tipe C yang dapat berlaku seumur hidup.

Pada akhirnya, mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Penyebaran influenza dapat direm dengan menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin. Mencuci tangan dengan sabun juga merupakan pencegahan yang efektif. Konsumsi makanan yang bergizi dapat memberikan persediaan perbekalan yang melimpah bagi pasukan sel darah putih melakukan tugasnya, menjaga kesehatan kita.

http://dzarmono.wordpress.com/2006/02/24/jenis-jenis-strain-virus-influenza/
http://www.virology.ws

Rabu, 15 Juni 2011

Warna Urine (Air Kencing) Sebagai Parameter Kesehatan Tubuh


Kita bisa mengetahui kondisi tubuh kita apakah tubuh kita kekurangan cairan atau tidak, hanya dengan melihat warna air urine saja.

Warna urine bening merupakan warna normal, namun jika warna berubah menjadi kuning muda atau bahkan menjadi kuning tua menunjukkan bahwa tubuh kita sudah mulai kurang cairan, hal ini bisa dimungkinkan oleh kurangnya asupan cairan atau bisa juga dikarenakan oleh aktivitas yang berlebih namun tidak diimbangi dengan konsumsi air yang hilang lewat keringat. Oleh karena itu, jika memang aktivitas kita ekstra, maka kebutuhan cairan kita juga ekstra sehingga kita harus meminum air lebih dari biasanya.

Perubahan warna urine itu bisa dijadikan paramater bahwa tubuh kita perlu asupan air. Maka, kita harus mengkonsumsi air yang cukup.

Ada beberapa warna :
1. warna bening = tandanya kita sudah cukup dalam mengkonsumsi air
2. agak kuning = kurang mengkonsumsi air putih
3. kuning pekat = tandanya kita sangat kekurangan air putih

Berikut ini gambar parameter warna urine :


Fans Page SMAN 1 Majenang