Selamat datang di http://prigell-zone.blogspot.com . Blog ini bersifat umum; isi artikel multi-katagori sesuai mood dan apa yang sedang dipikirkan penulis. Anda dipersilakan untuk meng-copy, mem- paraphrase dan quote sesuai kaidah HAKI yang berlaku. Segala saran positif akan sangat penulis hargai. [EN: Welcome to http://prigell-zone.blogspot.com. This blog is general; multi-category content of the article according to mood and what the author was thinking. You are welcome to copy, to paraphrase and quote according to the rules of intellectual property laws. Any positive advice would be greatly appreciated writer.] -Prigell Priya Ragil-
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juli 2011

The Great Bawang Merah

[lıƃäɹ àʎıɹd lléƃıɹd]

Menyambung artikel sebelumnya, berikut ini artikel lain tentang bawang yang saya nukil dari Kitchen Notes Club dengan judul asli The Great Bawang Merah

Pada tahun 1919 ketika flu membunuh 40 juta orang, ada seorang dokter yang mengunjungi banyak petani untuk melihat apakah ia dapat membantu mereka memerangi flu.

Banyak petani dan keluarga mereka telah tertular dan banyak yang meninggal. Dokter ini mengunjungi satu keluarga petani, dan yang mengejutkannya, ternyata semua orang sangat sehat. Ketika dokter bertanya apa yang dilakukan petani yang membuatnya berbeda, sang istri menjawab bahwa ia telah menaruh bawang merah yang telah dikupas dalam sebuah piring pada setiap kamar di rumah itu, (mungkin hanya dua kamar waktu itu).

Dokter itu tidak percaya dan bertanya apakah ia dapat memiliki salah satu dari bawang merah itu untuk melihatnya di bawah mikroskop. Istri petani itu memberinya satu dan ketika dia melakukan hal ini, ia menemukan virus flu di bawang merah itu. Bawang merah ini jelas menyerap bakteri, oleh karena itu, menjaga keluarga ini tetap sehat.

Ada kisah menarik dari penulis sebagai berikut:  

"Saya mendengar cerita ini dari penata rambut saya di AZ. Dia mengatakan bahwa beberapa tahun lalu banyak dari karyawan yang datang bekerja dengan sakit flu dan begitu juga banyak dari pelanggannya. Tahun berikutnya ia meletakkan beberapa mangkuk bawang merah di sekitar tokonya. Yang mengejutkan, tak satu pun stafnya sakit. Ternyata berhasil .. (Bukan, dia tidak dalam bisnis bawang merah.)"

Moral dari cerita ini, belilah beberapa bawang merah dan tempatkan dalam mangkuk di sekitar rumah Anda. Jika Anda bekerja di dalam kantor, tempatkan satu atau dua di kantor atau di bawah meja Anda atau bahkan di atas suatu tempat. Cobalah dan lihat apa yang terjadi. Kami melakukannya tahun lalu dan kami tidak pernah terserang flu. Hal ini membantu Anda dan orang-orang yang Anda cintai dari sakit, dan semua menjadi lebih baik. Jika Anda terkena flu, itu hanya mungkin menjadi satu kasus yang ringan.

Ada sebuah kisah lain:

"Ketika aku mengirimkannya ke seorang teman di Oregon yang secara teratur memberikan kontribusi materi masalah kesehatan kepada saya. Dia menjawab dengan pengalaman yang paling menarik tentang bawang merah : Weldon, terima kasih untuk mengingatkan. Aku tidak tahu tentang kisah petani itu … tapi, aku tahu bahwa saya terkena pneumonia dan tidak perlu untuk mengatakan aku sangat sakit … aku menemukan sebuah artikel yang mengatakan untuk memotong kedua ujung sebuah bawang merah, lalu letakkan salah satu ujungnya pada sebuah garpu dan kemudian tempatkan ujung garpu pada sebuah stoples kosong … letakkan stoples itu di sebelah pasien yang sakit pada waktu malam hari. Dikatakan bahwa bawang merah akan menjadi hitam di pagi hari karena kuman2 … tentu saja hal itu terjadi persis seperti itu … bawang merah itu berantakan dan aku mulai merasa lebih baik. Hal lain yang saya baca di artikel itu bahwa bawang merah dan bawang putih yang ditempatkan di sekitar ruangan menyelamatkan banyak orang dari wabah hitam tahun yang lalu. Bawang merah dan bawang putih mempunyai kekuatan antibakteri, peralatan antiseptik."

Ini adalah catatan lain.

SISA BAWANG MERAH BERACUN

Bawang merah adalah sebuah magnet besar untuk bakteri, terutama bawang mentah. Anda seharusnya jangan pernah berencana untuk menyimpan sebagian dari irisan bawang merah. Hal ini tidak aman bahkan jika Anda memasukkannya ke dalam tas zip-lock dan memasukkannya ke dalam kulkas Anda. Bawang merah sudah cukup terkontaminasi hanya dengan dipotong dan dibiarkan terbuka untuk sebentar saja, sehingga hal itu dapat membahayakan Anda (dan perlu lebih waspada lagi terhadap bawang merah yang Anda masukkan ke dalam hotdog Anda di taman bisbol!) Jika Anda mengambil sisa bawang merah dan memasak seperti orang gila, anda mungkin akan baik-baik saja, tetapi jika Anda memotong sisa bawang merah dan menaruh pada sandwich Anda, Anda sedang mencari masalah. Baik bawang merah dan kentang basah dalam salad kentang, akan menarik dan menumbuhkan bakteri bahkan lebih cepat daripada mayones komersial yang akan mulai rusak.

Harap diingat, adalah berbahaya untuk mengiris bawang merah dan mencoba menggunakannya untuk memasak pada hari berikutnya, bawang merah menjadi sangat beracun bahkan untuk satu malam dan menciptakan bakteri beracun yang bisa menyebabkan infeksi lambung yang buruk dikarenakan kelebihan sekresi empedu dan bahkan keracunan makanan.

Mengiris Bawang Tanpa Menangis

[lıƃäɹ àʎıɹd lléƃıɹd]

Bawang Merah
Kenapa kita menangis saat mengiris bawang? Apakah benar air mata dari tangisan itu bagus buat mata? Dan bisakah memotong bawang tanpa menangis? Semua pertanyaan itu, seperti biasa, terjawab kalau kita mengerti bagaimana bawang bisa membuat kita menangis saat mengirisnya.

Tulisan ini dimuat di Iptek Pikiran Rakyat, Cakrawala Edisi 2 Juni 2005, dengan judul [Tak *Cengeng* Saat Kupas Bawang](http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0605/02/cakrawala/lainnya05.htm).

Mengiris Bawang Tanpa Menangis

Sebenarnya menangis karena memotong bawang bisa menyehatkan mata. Beberapa pakar percaya bahwa air mata yang keluar karena rangsangan hawa bawang membersihkan mata dan kelopaknya dari debu dan kuman. Ini membuat mata bening dan berbinar. Menangis karena mengiris bawang juga mengurangi efek "merah-merah" pada mata, yang biasanya diakibatkan oleh polusi udara, keseringan begadang, terlalu lama kena radiasi dari monitor tv/komputer, atau juga karena faktor usia. Namun sebenarnya, tangisan oleh bawang itu adalah akibat iritasi. Jadi kalau terlalu banyak justru tidak sehat. 

Mari kita lihat, bagaimana mengiris bawang memancing kita menangis.

Bagaimana hawa bawang membuat kita menangis?

Sel-sel kulit bawang terdiri dari dua bagian, satu mengandung enzim alinase (allinases), dan yang lainnya enzim sulfida (sulfides). Sat bawang diiris, sel tersebut pecah dan dua enzim tersebut lepas ke udara. Di udara enzim alinase menguraikan enzim sulfida menjadi asam sulfonat (R-HSO3) Asam sulfida termasuk senyawa yang tidak stabil, dia segera berubah menjadi gas asam sulfoksida amino. Gas inilah yang mengenai mata kita dan bereaksi dengan cairan di retina mata, menghasilkan asam sulfur lunak. Asam sulfur lunak ini mengakibatkan iritasi pada syaraf retina mata. Iritasi ini membuat mata kita terasa pedih, dan air matapun keluar sebagai respons untuk mengurangi iritasi tersebut. Yang menarik, enzim yang sama itulah yang memberi rasa khas pada bawang.

Bagaimana tidak menangis saat mengiris bawang?

Seperti yang sudah diuraikan di atas, tangisan akibat bawang adalah karena iritasi. Air mata yang keluar memang bagus untuk membersihkan mata, tapi iritasi terlalu lama justru tidak sehat lagi untuk mata. Jadi yang harus dicegah adalah iritasi yang berlebihan, bukan air mata yang keluar. Inilah beberapa tip untuk mengurangi iritasi mata dari bawang.
  • Tindakan yang paling gampang adalah menjaga jarak mata dengan bawang saat dikupas. Semakin jauh jaraknya, semakin berkurang gas asam sulfoksida amino sampai ke mata. 
  • Basahi tangan dan bawang sebelum mengiris bawang. Ini membuat sebagian gas asam sulfoksida amino tersebut bereaksi dengan air yang membasahi bawang dan tangan kita. Membahasi wajah juga membantu mengurangi iritasi tersebut. 
  • Bernapaslah berlahan-lahan, sekali-kali dengan mulut. Bernapas cepat dan dari hidung mempercepat gas asam sulfoksida amino sampai di mata. Beberapa orang mengigit roti saat mengiris bawang, sehingga aliran udara ke hidung tidak mempercepat asam sulfoksida amino sampai ke mata, disamping itu roti menyerap gas tersebut. 
  • Kupaslah lapisan kulit terluar bawang, dan dinginkan beberapa menit dalam kulkas. Temperatur yang rendah mengurangi reaktif enzim alinase dan sulfida. 
  • Hindari mengucek mata saat terasa pedih, karena hanya akan menambah iritasi. Kalau terpaksa harus mengucek, bersihkan tangan dan sirami mata dengan air. Kalau dirasa tidak cukup, bersihkan pakai sabun dengan hati-hati. 
Demikianlah beberapa tip untuk mengurangi iritasi mata saat mengiris bawang. Anda bisa memilih tip mana yang dirasa cocok. Semoga bermanfaat, dan selamat mencoba.

Disarikan dari berbagai sumber oleh
: Febdian Rusydi

Benar kah Fenomena Mencairnya Es Kutub menyebabkan Peningkatan Tinggi permukaan Air Laut?

Bismillah . Be balance between Mind, Body & Soul

Baru-baru ini masyarakat dunia dihebohkan dengan fenomena mencairnya es di kutub, tetapi benar kah apabila es di kutub tersebut mencair dapat menenggelamkan beberapa kawasan di dunia seperti Jakarta??? Saya berpendapat, jawabannya TIDAK. Jawaban saya bukan sekedar jawaban asal-asalan tetapi jawaban ini datang dari ilmu Fisika. Adapun alasan penarikan jawaban tersebut akan saya uraikan pada uraian di bawah ini:

1. Siklus Hidrologi
Dalam ilmu Hidrologi kita mengetahui bahwa kandungan air di bumi tetap atau kekal, wujud air dapat berupa tiga fase yaitu fase padat, fase cair, dan fase uap. Sehingga dapat disimpulkan bahwa air yang terdapat di bumi dalam tiga wujud tersebut baik yang terdapat di laut, di darat, di dalam mahluk hidup, dan di atmosfer tetap.

2. Hukum Fisika
Sebelum membahas kaitan antara mencairnya es dikutub terlebih dahulu akan saya ceritakan beberapa eksperimen sederhana. Jika kita disuruh untuk menentukan volume sebuah kotak apa yang akan kita lakukan. Untuk mencari volume sebuah kotak kita harus mengukur panjang, lebar, dan tinggi dari kotak tersebut, dan secara matematika volume kotak tersebut dapat kita cari dengan mengalikan panjang, lebar dan tingginya. Namun, bagaimana jika kita disuruh untuk menentukan volume sebuah kalung yang berbentuk tidak beraturan??

Ok. Jika Anda pandai matematika berarti kita akan menggunakan teknik integrasi atau dengan menimbang massanya kemudian dibagi dengan rapat massa benda tersebut yang sudah ada pada tabel tetapan zat padat, tapi ada cara yang lebih mudah dan cara ini telah dilakukan oleh Archimedes.

Suatu ketika Archimedes disuruh oleh raja untuk menentukan volume dari mahkota yang dipakai raja. apa yang Archimedes lakukan? Archimedes pada waktu itu sangat stress, mungkin Anda juga, hehehe. Suatu ketika dia mandi pada sebuah bak mandi yang penuh dengan air. Ketika tubuhnya masuk kedalam bak tersebut, sebagian air dari bak tersebut tumpah lalu beliau menjerit kegirangan karena hal ini menginspirasi perhitungan volume mahkota tersebut(air pada bak tersebut tidak akan tumpah jika bak tersebut masih dapat menanpung peningkatan volume akibat Archimedes masuk kedalam bak tersebut).

Kenapa saya menceritakan kisah Archimedes tersebut?? Baik, sekarang kita masuk ke bahasan tentang fenomena es mencair tersebut. Sebelumnya kita harus mengetahui kondisi es di kutub. Es di kutub mengapung diatas air laut hal ini dikarenakan massa jenis es lebih kecil dari massa jenis air laut, tapi es dikutub sudah ada sejak dulu (bukan es yang kita datangkan ke air laut, jika es tersebut kita datangkan ke air laut maka ketinggian air laut akan meningkat hal ini analog dengan badan Archimedes yang dimasukan ke dalam bak), sehingga jika demikian es yang mencair tersebut tidak akan berpengaruh terhadap jumlah air laut karena pada peristiwa ini hanya terjadi perubahan bentuk dari fase padat menjadi cair.

Sebagai percobaan, masukan lah es batu ke dalam gelas yang berisi air dan amati volume air di dalam gelas ketika  es batu tersebut baru dimasukan dan ketika es batu tersebut telah mencair).

Kalau demikian penjelasannya, kenapa kita harus khawatir dengan fenomena es mencair tersebut??? Ya, kita memang harus hawatir karena fenomena tersebut mengindikasikan bahwa suhu bumi kita mengalami peningkatan (es akan mencair jika diberi kalor atau panas). Peningkatan suhu bumi tersebut biasa kita sebut pemanasan global, sedangkan gejala pemanasan global ini mirip green house effect ( efek rumah kaca) yang disebabkan oleh gas-gas seperti uap air, metana, nitrogen oksida dll.

Harus diketahui juga bahwa pemanasan tersebut bukan karena banyaknya kaca atau rumah yang dibuat dari kaca. Green house merupakan tempat percobaan dimana suhu didalam ruangan tersebut dijaga stabil hal ini bertujuan untuk mengamati spesies dan biasanya tanaman yang ada di dalam tempat tersebut. Kaitannya dengan gas-gas yang dapat menimbulkan pemanasan global, karena gas-gas tersebut berprilaku sebagai perangkap sebagian sinar matahari yang dipancarkan kebumi tidak dapat dipantulkan ke luar angkasa dan malah terus dipantulkan ke bumi lagi. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya pemanasan global.

Sebenarnya, bumi kita telah dilapisi  oleh pelindung sinar matahari dan akan menahan sinar matahari supaya mencapai bumi dalam tingkat aman untuk kehidupan di bumi, lapisan pelindung ini disebut lapisan Ozon(O3). Ozon merupakan senyawa berbahaya jika berada di permukaan bumi karena jika terurai akan menghasilkan oksigen radikal,  namun akan bermanfaat dan menjadi pelindung jika berada di tempatnya yaitu di lapisan atas atmosfer bumi.

Menurut pengamatan satelit bahwa lapisan ozon di bumi kita telah menipis dan bahkan di daerah kutub telah bolong (inilah penyebab es di kutub mencair disamping gas-gas rumah kaca) dikarenakan penggunaan senyawa CFC yang biasa kita gunakan dalam alat pendingin ruangan dan lemari es. Kita harus mengetahui persamaan dan perbedaan es dikutub mencair akibat penipisan lapisan ozon oleh senyawa CFC dan atau oleh gas-gas rumah kaca. Es dikutub mencair sebagian besar dikarenakan bolongnya lapisan ozon di kawasan tersebut dan sebagian kecil diakibatkan oleh peningkatan suhu daerah sekitar (suhu bumi secara global akibat sifat gas-gas rumah kaca yang telah dijelaskan diatas), sedangkan untuk mengetahui akibat gas-gas rumah kaca kita dapat melihatnya dari es yang terdapat pada puncak gunung seperti rangkaian pegunungan Evrest yang makin berkurang dimana gletser (aliran air dari es yang mencair) di kaki gunung semakin sedikit. kesimpulannya selain bumi kita terus dipanasi akibat adanya gas-gas rumah kaca kita juga akan kehilangan lapisan pelindung(lapisan ozon) sehingga akibatnya akan terjadi pemanasan global.

Akibat dari pemanasan global adalah terjadinya perubahan iklim yang sangat ekstrim sehingga salah satu akibatnya akan mengganggu rantai makanan dalam suatu ekosistem yang nantinya akan berdampak kepada kehidupan manusia dan kehidupan di bumi.

Apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan bumi kita dari pemanasan global?
  • Pertama kita harus mengurangi atau menghentikan penggunaan senyawa CFC dan mengurangi terbuangnya gas-gas rumah kaca akibat aktivitas rumah kaca. 
  • Kedua dengan cara menanam pepohonan untuk mengurangi senyawa CO2 di atmosfer karena tumbuhan atau pepohonan akan menggunakan gas tersebut bersama senyawa air dengan bantuan klorofil dan sinar matahari untuk menghasilkan energi dan oksigen. 
  • Namun bagaimana dengan lapisan ozon yang telah bolong?
    Lapisan ozon yang telah bolong secara alami dapat pulih kembali namun memerlukan waktu yang lama tergantung katalisnya (zat yang dapat mempercepat pembentukan ozon tersebut). Bagi yang tertarik ilmu kimia coba cari senyawa katalisnya supaya dapat menutup lapisan ozon yang bolong dan ganjarannya pasti dapat hadiah Nobel.. :)
*) Terima kasih untuk Fatih Khusno Satrio , 10205026, Fisika ITB untuk sharing dan diskusinya tahun kemarin ^_^

Minggu, 03 Juli 2011

Tips Cara Minum Air Sehat

Bagi anda yang menyukai air dingin, artikel ini sangat bermanfaat bagi anda. Memang menyenangkan bila kita meminum air dingin setelah makan. Namun, air dingin akan membekukan makanan berminyak yang baru anda konsumsi. Hal ini akan memperlambat pencernaan. Sekali saja " mengendap" bereaksi dengan asam, akan merusak dan diserap usus lebih cepat dari pada makanan padat. Dan akan membatasi usus. Segera setelah itu, akan menimbun menjadi lemak dan menjadi penyebab kanker. Jadi, lebih baik untuk meminum air panas atau hangat setelah makan.

Catatan penting tentang serangan jantung - anda harus mengetahui bahwa tidak setiap gejala serangan jantung akan melukai lengan sebelah kiri. Waspadalah jika anda merasa sakit pada kerongkongan. Anda mungkin tidak akan pernah merasa sakit pada bagian dada selama serangan jantung berlangsung. Rasa mual dan keringat yang bercucuran juga menjadi gejala umum. 60 persen orang yang mengalami serangan jantung pada saat tidak sadarkan diri atau tidur tidak pernah terbangun. Rasa sakit pada tenggorokan dapat membangunkan anda dari tidur anda yang nyenyak.

Mari berhati-hati dan waspada. Semakin kita tahu semakin baik untuk kita bertahan. Tidak pernah ada kata terlambat.

Oleh Bee Artie, DD Water

Sabtu, 02 Juli 2011

RAHASIA DNA : Harun Yahya, part 3

Kearifan Dalam Sel

Dalam hal ini, Anda harus mengakui bahwa sel mana pun pada lambung atau telinga anda jauh lebih terpelajar dari Anda, dan karena sel itu menggunakan informasi ini dengan cara yang paling benar dan sempurna, ia lebih arif dari Anda.

Lalu, apa yang menjadi sumber dari kearifan ini? Bagaimana mungkin setiap dari 100 miliar sel dalam tubuh anda dapat memiliki kearifan yang begitu luar biasa? Mereka semua, bagaimanapun, adalah tumpukan atom, dan tidak berkesadaran. Ambillah atom-atom dari semua unsur, gabungkan mereka dalam bentuk dan jumlah yang berbeda, hasilkan molekul-molekul yang berbeda, tetap, Anda tidak akan pernah bisa menghasilkan kearifan. Tidak masalah apakah molekul-molekul ini kecil atau besar, sederhana atau kompleks. Anda tidak akan pernah bisa menghasilkan sebuah pikiran yang secara sadar akan mengorganisir suatu proses dan menyelesaikannya.

Lalu bagaimana mungkin DNA, yang terbangun dari susunan sejumlah tertentu atom-atom yang tak berkesadaran dalam rangkaian tertentu, dan enzim-enzim, yang bekerja secara harmonis, mampu menyelesaikan banyak pekerjaan dan mengorganisir operasi yang rumit dan bermacam-macam di dalam sel secara sempurna dan lengkap? Jawabannya sangat sederhana; kearifan tidak berada di dalam molekul-molekul ini atau di dalam sel yang memuatnya, tetapi pada Diri yang telah mencipta molekul-molekul ini, dengan memrogram mereka untuk berfungsi sedemikian.

Pendeknya, kearifan hadir tidak pada karya itu sendiri, tetapi pada pencipta karya tersebut. Bahkan komputer yang paling maju merupakan hasil dari suatu kearifan dan kecerdasan yang telah menuliskan dan memasang program-program untuk mengoperasikannya, dan kemudian menggunakannya. Begitu pula, sel, DNA dan RNA di dalamnya, dan manusia yang terbuat dari sel-sel ini tidak lain dari karya Dia yang menciptakan mereka dan apa yang mereka lakukan. Betapa pun sempurna, lengkap dan memesona karya tersebut, kebijaksanaan selalu ada pada sang pemilik karya.

Suatu hari, jika Anda menemukan sebuah disket di atas meja di laboratorium komputer, dan setelah memeriksanya, mendapatinya mengandung miliaran informasi tentang anda, pertanyaan pertama yang akan melintas di pikiran Anda tentunya siapa yang telah menuliskan potongan-potongan informasi ini dan mengapa.

Jadi, mengapa kita tidak ajukan pertanyaan yang sama tentang sel? Jika informasi di dalam disket ditulis oleh seseorang, lalu dengannya DNA, yang memiliki teknologi yang jauh lebih unggul dan maju, dirancang dengan cara yang amat sempurna, diciptakan, dan ditempatkan di dalam sel yang sangat kecil itu, yang juga merupakan keajaiban lain. Di samping dia tidak kehilangan sifatnya yang mana pun selama ribuan tahun sampai hari ini. (Ingatlah bahwa otak manusia yang membuat disket dan menyimpan data di dalamnya, juga terbuat dari sel-sel ini.) Apa lagi yang lebih penting bagi Anda daripada pertanyaan: oleh siapa dan mengapa sel-sel ini – yang berfungsi tanpa henti bagi Anda untuk membaca baris-baris tulisan ini, melihat, bernapas, berpikir, singkatnya, untuk ada dan bertahan hidup – diciptakan?

Tidakkah jawaban atas pertanyaan ini yang mestinya, dalam kehidupan, paling banyak anda pikirkan? 

Beberapa Contoh Lagi

Ini adalah metoda yang dikenal luas: Mereka yang melakukan perjalanan, lalu terdampar di suatu tempat yang terisolir karena pesawatnya jatuh, menggambar sebuah ‘X’ besar untuk menunjukkan lokasi mereka kepada tim penolong yang mencari mereka dari udara. Dengan menggunakan barang-barang mereka, atau benda-benda yang mereka kumpulkan, mereka membuat tanda besar berbentuk silang. Dengan cara ini, tim penolong yang berusaha mencari dari udara, melihat tanda ini, yang merupakan “produk kebijaksanaan” dan mengerti bahwa di sana ada makhluk hidup yang berkesadaran, yakni, ada manusia di tempat itu.

Saat berkendara di jalan raya luar kota, anda kadangkala melihat tulisan yang terbuat dari batu-batu putih di lereng bukit, semisal: “Teguh Beriman”. Bagaimana tulisan ini terbentuk di bukit itu sangat jelas. Umumnya, ada unit pemerintah daerah di sekitar situ dan mereka membuat tulisan itu dengan batu-batu putih di bukit.

Nah, mungkinkah ada orang yang datang dan mengatakan bahwa tulisan-tulisan itu tidak dibuat oleh pikiran sadar, dalam hal ini para tentara, dan alih-alih terbentuk secara kebetulan? Mungkinkah ada orang yang mengatakan bahwa “Batu-batu itu tersusun bersisian secara kebetulan saat bergulingan dari bukit dan menyusun kalimat ‘Teguh Beriman’.”?

Atau jika seorang ‘ilmuwan’ datang dan berkata “Terdapat miliaran batu di dunia ini dan mereka bergulingan selama jutaan tahun, jadi mungkin saja sebagian dari batu-batu tersebut bergabung bersama secara kebetulan membuat kalimat yang bermakna”, tidakkah ia akan ditertawakan bahkan oleh anak-anak sekalipun? Sebagai tambahan, jika dia menggunakan gaya ilmiah, membuat sejumlah penjelasan ilmiah dan mengemukakan beberapa perhitungan probabilitas, masihkah setiap orang akan meragukan kewarasannya lebih jauh?

Ide utama yang ingin diberikan dengan contoh ini adalah: jika terdapat tanda sedikit saja dari sesuatu yang direncanakan di suatu tempat, sudah tentu ada jejak dari pemilik kebijaksanaan di sana. Tidak ada produk dari kebijaksanaan terbentuk secara kebetulan. Jika Anda menggulingkan batu-batu putih ke bawah gunung miliaran kali, Anda tidak akan pernah menghasilkan sekadar huruf ‘T’ yang memadai, jangankan sebuah frasa seperti “Teguh Beriman”. Jika terdapat sebuah huruf di mana pun, setiap orang setuju bahwa huruf itu ditulis oleh seseorang. Tidak ada huruf tanpa penulis.

Tubuh manusia miliaran kali lebih kompleks dari frasa “Teguh Beriman”, dan nyata-nyata mustahil bagi struktur kompleks ini untuk terbentuk dengan sendirinya, atau oleh “kebetulan” semata, Karenanya, terdapat Pencipta yang telah merencanakan dan merancang baik manusia dan selnya dan DNA-nya secara brilian dan sempurna. Mengklaim sebaliknya adalah tindakan yang sangat tidak bijaksana, dan lebih jauh lagi, merupakan ketidaktulusan dan kesombongan yang terbesar. Hal ini merupakan penghinaan terhadap pemilik kebijaksanaan dan kekuasaan itu.

Namun bagaimanapun, banyak orang, yang siap sedia mengatakan bahwa mustahil batu-batu tersusun sendiri dan membentuk walau hanya tiga kata dasar, akan mendengarkan tanpa protes kebohongan bahwa “peristiwa kebetulan” telah membuat miliaran atom bergabung satu demi satu dalam urutan yang terencana dan membentuk molekul seperti DNA, yang melaksanakan tugas yang begitu super-kompleks. Ini bagaikan seorang yang dihipnotis hingga tunduk dan menerima begitu saja perkataan penghipnotisnya bahwa ia adalah sebuah pintu, pohon, atau seekor cicak.

Oleh : Harun Yahya

Rahasia DNA, Harun Yahya: part 2

DNA: BANK DATA KEHIDUPAN 

Perkembangan sains memperjelas bahwa makhluk hidup memiliki struktur yang luar biasa kompleks dan suatu keteraturanyang terlalu sempurna untuk muncul melalui peristiwa kebetulan. Ini membuktikan fakta bahwa makhluk hidup diciptakan oleh Pencipta yang Mahakuasa yang memiliki pengetahuan tanpa banding. Baru-baru ini, misalnya, dengan tersingkapnya struktur sempurna dalam gen manusia yang menjadi isu yang menonjol karena Projek Genom, penciptaan yang unik dari Tuhan telah terungkap sekali lagi untuk kita semua.

Dari AS hingga Cina, ilmuwan dari seluruh penjuru dunia telah memberikan upaya terbaik mereka untuk menguraikan 3 miliar huruf kimiawi di dalam DNA dan menentukan urutannya. Sebagai hasilnya, 85% dari data yang terkandung dalam DNA manusia dapat diurutkan dengan tepat. Walaupun ini merupakan perkembangan yang sangat menarik dan penting, sebagaimana dinyatakan Dr. Francis Collins, pimpinan Projek Genom Manusia, sebegitu jauh ini baru langkah pertama dalam upaya menguraikan informasi di dalam DNA.

Agar dapat memahami mengapa penguraian informasi ini berjalan begitu lama, kita harus memahami sifat dari informasi yang tersimpan di dalam DNA.

Dunia DNA yang Penuh Rahasia

Dalam pembuatan atau pengelolaan produk atau pabrik teknologi, sarana yang paling banyak digunakan adalah pengalaman dan akumulasi pengetahuan yang diperoleh manusia selama berabad-abad. Pengetahuan dan pengalaman penting yang dibutuhkan untuk membangun tubuh manusia, ‘pabrik’ paling maju dan canggih di muka bumi, tersimpan di dalam DNA. Poin penting untuk diperhatikan di sini adalah bahwa DNA telah senantiasa ada semenjak manusia pertama dengan semua kesempurnaan dan kompleksitasnya. Sebagaimana dapat dibaca pada baris-baris di bawah, Anda juga akan melihat dengan jelas betapa tidak masuk akalnya untuk mengklaim, sebagaimana para evolusionis, bahwa molekul seperti itu, dengan semua struktur dan sifatnya yang menakjubkan, berasal mula dari peristiwa kebetulan.

DNA terlindung dengan baiknya di dalam nukleus (inti sel) yang berada di pusat sel. Jika diingat bahwa sel-sel manusia – terhitung lebih dari 100 miliar – memiliki diameter rata-rata 10 mikron (satu mikron adalah 10-6 m.), kecilnya wilayah yang dibicarakan akan dipahami lebih baik. Molekul yang menakjubkan ini merupakan bukti nyata dari kesempurnaan dan sifat luar biasa dari seni penciptaan oleh Allah. Begitu luar biasanya sehingga suatu cabang sains khusus dibuat untuk mendalami rahasia molekul ini., yang masih banyak tersembunyi. Nama cabang sains ini adalah “Genetika”. Dikenal sebagai sains abad ke-21, genetika masih dalam fase merangkak, sejauh berbicara tentang menyelesaikan misteri DNA, walaupun semua sarana teknologi telah digunakan.

Kehidupan di Dalam Nukleus

Jika kita membandingkan tubuh manusia dengan sebuah bangunan, perencanaan dan projek lengkapnya hingga ke detail terhalus ada di DNA, yang terletak di inti setiap sel. Semua tahap perkembangan manusia dalam rahim ibu dan setelah kelahiran berlangsung dalam kerangka program yang telah ditentukan sebelumnya. Penataan sempurna dalam perkembangan manusia ini dinyatakan sebagai berikut dalam Al Quran:
“Apakah .. (QS. Al Qiyamah, 36-38)

Tepat pada fase di mana sel telur yang baru saja dibuahi di dalam rahim ibu, semua karakteristik yang akan kita miliki di kemudian hari telah ditentukan dalam takdir tertentu dan dikodekan di dalam DNA kita dalam suatu bentuk yang teratur. Semua ciri kita, seperti tinggi badan, warna kulit, golongan darah, bentuk wajah yang akan kita miliki ketika berumur tiga puluhan dikodekan di dalam inti sel awal kita tiga puluh tahun dan sembilan bulan sebelumnya, sejak saat pembuahan.

Bentuk informasi di dalam DNA tidak hanya menentukan oleh sifat-sifat fisik yang di atas; ia juga mengendalikan ribuan operasi dan sistem lainnya yang berjalan di dalam sel dan tubuh. Misalnya, bahkan tinggi rendah atau normalnya tekanan darah seseorang tergantung pada informasi yang tersimpan di dalam DNA.

Ensiklopedia yang Amat Besar di Dalam Sel Manusia

Informasi yang tersimpan di dalam DNA sedikit pun tidak boleh dianggap enteng. Walaupun sukar untuk dipercaya, dalam sebuah molekul DNA tunggal milik manusia, terdapat cukup informasi untuk mengisi tepat sejuta halaman ensiklopedia. Coba pikirkan; tepat 1000.000 halaman ensiklopedia…. inti dari setiap sel mengandung sebanyak itu informasi, yang digunakan untuk mengendalikan fungsi tubuh manusia. Sebagai analogi, kita dapat katakan bahwa bahkan Ensiklopedia Britannica yang banyaknya 23 jilid, salah satu ensiklopedia terbesar di dunia, memiliki 25.000 halaman. Jadi, di hadapan kita terbentang sebuah fakta yang menakjubkan. Di dalam sebuah molekul yang ditemukan di dalam inti sel, yang jauh lebih kecil dari sel berukuran mikroskopis tempatnya berada, terdapat gudang penyimpanan data yang 40 kali lebih besar daripada ensiklopedia terbesar di dunia yang menyimpang jutaan pokok informasi. Ini sama dengan 920 jilid ensiklopedia besar yang unik dan tidak ada bandingannya di dunia. Riset menemukan bahwa ensiklopedia besar ini diperkirakan mengandung 5 miliar potongan informasi yang berbeda. Jika satu potong informasi yang ada di dalam gen manusia akan dibaca setiap detik, tanpa henti, sepanjang waktu, akan dibutuhkan 100 tahun sebelum proses selesai. Jika kita bayangkan bahwa informasi di dalam DNA dijadikan bentuk buku, lalu buku-buku ini ditumpuk, maka tingginya akan mencapai 70 meter.

Mari kita ulangi kembali dua kata yang barusan disebutkan di atas; ‘menyimpan informasi’. Kita harus berhenti di sini dan memikirkan dua kata yang kita ucapkan dengan begitu mudahnya. Mudah untuk mengatakan bahwa sebuah sel mengandung miliaran potongan informasi. Namun, ini sama sekali bukan detail yang dapat begitu saja di disingkirkan sebagai sebuah ucapan. Ini karena yang kita bicarakan di sini bukanlah sebuah komputer atau perpustakaan, tetapi hanya sebuah kubus yang 100 kali lebih kecil dari satu millimeter, yang hanya terbuat dari protein, lemak, dan molekul air. Merupakan keajaiban yang luar biasa mencengangkan bagi sepotong teramat kecil daging untuk mengandung dan menyimpan sekeping saja – apalagi jutaan – informasi.

Di era modern, manusia menggunakan komputer untuk menyimpan informasi. Teknologi komputer dewasa ini dianggap sebagai teknologi tercanggih yang membuka jalan menuju semua teknologi lainnya. Jumlah informasi yang 20 tahun silam mungkin disimpan dalam sebuah komputer seukuran kamar, hari ini dapat disimpan dalam “mikrocip” kecil, namun begitu teknologi mutakhir yang dihasilkan oleh kecerdasan manusia setelah berabad-abad akumulasi teknologi dan bertahun-tahun kerja keras masih jauh dari mencapai kapasitas penyimpanan informasi milik sebuah inti sel. Kami kira, perbandingan berikut akan memadai untuk memberi gambaran kecilnya DNA, yang memiliki kapasitas yang demikian hebat.

Informasi yang dibutuhkan untuk menspesifikasi desain dari semua spesies organisme yang pernah ada di planet ini, jumlah yang menurut G.G. Simpson adalah sekitar satu miliar, dapat disimpan dalam satu sendok the dan masih akan cukup tempat bagi semua informasi dalam seluruh buku yang pernah ditulis.

Bagaimana sebuah rantai yang kasat mata, terbuat dari atom-atom yang tersusun bersisian, dengan diameter seukuran sepersemiliar millimeter, memiliki memori dan kapasitas informasi sedemikian? Dan juga menambahkan hal berikut kepada pertanyaan: Kalau masing-masing dari 100 miliar sel di dalam tubuh Anda hapal sejuta halaman informasi, berapa halaman ensiklopedia yang Anda dapat ingat, sebagai seorang manusia yang cerdas dan berkesadaran, sepanjang hidup anda?

...bersambung ke part 3

Oleh: Harun Yahya

Jumat, 01 Juli 2011

RAHASIA DNA : Harun Yahya, part 1

PENDAHULUAN:
 
SEBUAH TONGGAK UTAMADALAM SEJARAH KEMANUSIAAN

Saat ini adalah tonggak utama dalam sejarah, di mana filsafat materialis yang pernah dipaksakan oleh banyak manusia dengan kedok sains, secara ironis diruntuhkan oleh sains itu sendiri.
 
Materialisme, filsafat yang berkeyakinan bahwa segala sesuatu terbentuk dari materi dan menolak keberadaan Tuhan, tak lain dari versi terkini dari keberhalaan. Pemuja berhala di masa silam biasa menyembah benda-benda tak hidup seperti tiang totem dari kayu atau batu dan menganggapnya sebagai tuhan. Filsafat materialis, di lain pihak, mendasarkan klaimnya pada kepercayaan bahwa manusia dan semua makhluk lain diciptakan oleh atom dan molekul. Menurut pandangan takhyul ini, atom yang tak hidup entah bagaimana mengorganisasikan dirinya sendiri dan lama-kelamaan memperoleh kehidupan dan kesadaran, dan pada akhirnya membawa kehadiran manusia.

Keyakinan takhyul materialisme ini disebut “evolusi”. Kepercayaan terhadap evolusi, yang pertama kali diperkenalkan dalam budaya berhala bangsa Sumeria kuno dan Yunani kuno, dihidupkan kembali pada abad ke-19 oleh sekelompok ilmuwan materialis dan dibawa ke agenda dunia. Charles Darwin adalah yang tokoh paling terkenal di antara mereka. Teori evolusi yang dikembangkannya telah membuang-buang waktu dunia sains selama 150 tahun, dan walaupun cacatnya diketahui luas, sampai sekarang terus dipertahankan semata karena alasan ideologis.

Namun, sebagaimana disebutkan sebelumnya, saat ini, materialisme tengah mengalami keruntuhan yang menghebohkan. Seringkali dinyatakan bahwa ada tiga ahli teori materialis yang mengarahkan abad ke-19: Freud, Marx and Darwin. Teori dari dua orang pertama telah dikaji, diuji, dan terbukti tidak sahih, lalu ditolak di abad ke-20. Sekarang, teori Darwin juga sedang menuju keruntuhan.

Beberapa perkembangan penting pada bulan Juni 2000 lalu telah mempercepat keruntuhan besar materialisme.

Pertama, para ilmuwan yang melakukan percobaan untuk melewati kecepatan cahaya membuat penemuan yang menjungkirbalikkan semua premis ilmiah. Di dalam sebuah percobaan di mana kecepatan cahaya dilampaui berkali-kali, para ilmuwan mengamati dengan takjub bahwa pengaruh percobaan terjadi sebelum sebabnya. Ini merupakan kekalahan klaim “kausalitas” yang dikemukakan sebagai dasar pandangan materialis, di abad ke-19.

Subjek ini diuraikan pada sebuah surat kabar dengan tajuk “Telah terbukti bahwa akibat tanpa sebab adalah mungkin dan bahwa akhir sebuah kejadian dapat terjadi sebelum awalnya”. Sudah tentu, terjadinya akibat suatu aksi sebelum aksi yang tampaknya merupakan penyebabnya, adalah bukti ilmiah bahwa semua kejadian diciptakan secara terpisah. Ini secara total menghancurkan dogma materialis.

Beberapa pekan setelahnya, terungkap bahwa Archaeopteryx, sebuah fosil burung yang diajukan sebagai “bukti fosil paling penting” oleh para Darwinis selama lebih dari satu abad, sebenarnya bukanlah bukti teori itu, tapi menyerangnya. Ketika ditemukan fosil lainnya, yang sekitar 75 juta tahun lebih tua dari fosil yang diduga sebagai “nenek moyang primitif dari burung” ini, dan ternyata tidak berbeda dari burung modern, para evolusionis pun terguncang. Pada tanggal 25 Juni 2000, bahkan sebuah jurnal yang biasa menampilkan Archaeopteryx sebagai “nenek moyang primitif dari burung” terpaksa melaporkan berita itu dengan tajuk “Nenek Moyang Burung Terbukti Seekor Burung”.

Akhirnya, Projek Genom Manusia, sebuah upaya untuk membuat bagan dari peta kasar genom manusia, rampung dan berbagai detail dari “informasi genetik”, yang menyoroti betapa unggulnya makhluk hidup penciptaan Tuhan, telah terungkap bagi manusia. Kini, setiap orang yang memikirkan hasil dari projek ini dan mengetahui bahwa sebuah sel manusia mengandung informasi yang mencukupi untuk disimpan ribuan halaman ensiklopedia, dapat memahami betapa ini merupakan keajaiban besar penciptaan.

Walau begitu, para evolusionis mencoba untuk menyalahtafsirkan perkembangan terakhir ini, yang sebenarnya menentang mereka, dan menampilkannya sebagai bukti dari “evolusi”. Karena tidak mampu menjelaskan bagaimana rantai DNA dari sebuah bakteri kecil berasal mula, para evolusionis mencoba untuk menyampaikan pesan seperti “gen manusia menyerupai gen binatang”. Pesan-pesan seperti ini tidak akurat dan tidak memiliki nilai ilmiah sedikit pun. Mereka dibuat untuk menyesatkan publik. Sementara, sejumlah lembaga media, karena ketidaktahuannya akan subjek tersebut dan pendekatan mereka yang berpraduga, menyangka bahwa Projek Genom Manusia memberikan “bukti evolusi” dan berupaya menampilkannya demikian.

Dalam buku ini dijelaskan kesalahan konsepsi para evolusionis di atas, juga sifat tidak masuk akal dan dangkal dari keberatan yang diajukan terhadap penciptaan. Sebagai tambahan, diungkapkan secara lugas kerasnya pukulan dari penemuan-penemuan terbaru terhadap Darwinisme. Saat membaca buku ini, Anda pun akan memahami bahwa filsafat materialis yang mengingkari Tuhan akan menemui ajalnya dan bahwa di abad ke-21, kemanusiaan akan kembali kepada tujuan sebenarnya dari penciptaan mereka, begitu dilepaskan dari kebohongan seperti evolusi.

...bersambung ke part 2


Oleh: Harun Yahya

Fans Page SMAN 1 Majenang