Selamat datang di http://prigell-zone.blogspot.com . Blog ini bersifat umum; isi artikel multi-katagori sesuai mood dan apa yang sedang dipikirkan penulis. Anda dipersilakan untuk meng-copy, mem- paraphrase dan quote sesuai kaidah HAKI yang berlaku. Segala saran positif akan sangat penulis hargai. [EN: Welcome to http://prigell-zone.blogspot.com. This blog is general; multi-category content of the article according to mood and what the author was thinking. You are welcome to copy, to paraphrase and quote according to the rules of intellectual property laws. Any positive advice would be greatly appreciated writer.] -Prigell Priya Ragil-

Minggu, 12 Juni 2011

Proses Terjadinya Kebiasaan Dan Cara Mengubah Kebiasaan Buruk Merokok

Semoga tulisan ini menjumpai Anda dalam kesehatan yang prima. Dan semoga hati kita semua selalu memutuskan untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan sejahtera tanpa kebiasaan buruk merokok.
Pembahasan lain dari buku International Bestseller berjudul Mind Power Skills, karya Dr. Ibrahim Elfiky—maestro motivator Muslim dunia, yang ingin saya sampaikan di sini adalah tentang Kebiasaan.

Saudara saya sekalian—yang memilih hidup lebih sehat dan sejahtera tanpa kebiasaan buruk merokok, ijinkan saya berbagi.

Menurut Dr. Elfiky, kebiasaan terbentuk melalui enam tahap, yakni: Berpikir, Perekaman di dalam otak, Pengulangan perilaku, Penyimpanan sebagai buah dari pengulangan berkali-kali, Pengulangan kembali, dan akhirnya menjadi Kebiasaan. Entah itu kebiasaan positif mau pun negatif, kebiasaan melalui tahap ini.

Karena pengulangan yang berkelanjutan dengan tahapan-tahapan di atas yang dilalui, akal manusia meyakini bahwa kebiasaan mereka merupakan bagian terpenting dari hidupnya. Maka, ia memperlakukannya seperti bernapas, makan, minum, atau kebiasaan lain yang mengakar kuat di alam bawah sadar.

Jika sudah begitu, orang tidak dapat mengubahnya hanya dengan berpikir untuk mengubah, kamauan keras, atau dengan sesuatu yang berasal dari luar semata. Ia harus mengubah makna yang terbentuk dalam pikiran dasar, kemudian membentuk program baru untuk dirinya dan mengulang-ulang program tersebut. Dengan demikian, ia akan melalui tahapan-tahapan seperti yang sudah dilalui dalam membentuk kebiasaan negatif, kemudian ia ganti dengan kebiasaan positif.

***
Sebagai contoh: ketika seseorang ingin berhenti merokok, pertama kali ia harus tahu alasan ia merokok. Kapan keinginan merokok itu timbul dalam dirinya? Di mana saja ia ingin merokok? Siapa saja orang yang mengingatkannya pada rokok? Dan sejenisnya.

Setelah itu, ia harus memposisikan kebiasaan merokok secara objektif (berpihak pada yang benar, bukan mencari pembenaran diri), bahwa merokok adalah kebiasaan buruk yang diciptakan manusia untuk menghancurkan diri sendiri. Hubungkanlah rokok dengan penyakit atau dampak buruk lainnya yang disebabkan oleh rokok, seperti perenggut kesejahteraan. Kemudian ia harus menyadari bahwa ia akan berada posisi yang paling sulit, tetapi tidak merokok. Ia harus terus memprogram dirinya tanpa melakukan perlawanan terhadap hasrat untuk merokok.

Jika merasa ingin merokok, merokoklah tapi dengan penuh kesadaran hingga ia tahu persis akibat dari ketetapannya itu. Ketika memutuskan untuk tetap merokok, maka nikmatilah dengan segenap rasa ketika asap rokok mulai masuk ke mulut, rongga leher, rongga dada (paru-paru), bahwa asap rokok yang sedang mengalir itu menutup pintu paru-paru dengan pembuluh darah, lalu menyebar ke seluruh tubuh melalui darah dan menyebabkan berbagai penyakit. Rasakan dengan pikiran sadar bahwa 4000-an jenis zat berbahaya sedang menyusupi seluruh tubuh untuk berdiam membangun penyakit. Selain itu, secara spiritual, pikirkan bahwa hukum merokok itu haram (meskipun pihak tertentu cenderung berpendapat hanya makruh), atas dasar menyebabkan kerusakan pada jiwa dan raga.

Dengan cara-cara seperti ini, orang menghubungkan dampak buruk dengan pikiran utama. Selanjutnya tejadilah Perekaman di otak/pikiran sadar.

Ulangi sekali lagi, maka terjadilah Penyimpanan pada alam bawah sadar.

Ulangi sekali lagi hingga menjadi kebiasaan baru. Dengan demikian kebiasaan lama tidak sendirian. Jika kebiasaan lama datang, maka kebiasaan baru mengimbanginya dan tidak melawannya agar kebiasaan lama tidak semakin kuat. Perlakukan dengan cara yang sama supaya kebiasaan baru menjadi semakin kuat dan menggantikan kebiasaan lama.

***
Begitulah salah satu cara menghadapi kebiasaan negatif merokok, pun kebiasaan negatif yang lain, seperti: makan berlebihan, nonton acara televisi yang tidak penting, fanatisme, dan kehilangan semangat untuk sesuatu yang positif.

Saudara saya sekalian.. pikiran memang tampak sederhana, tetapi ia dapat menciptakan kebiasaan -kebiasaan yang serupa dengan pikiran tersebut. Pikiran negatif membawa dampak negatif, pun demikian pikiran positif membawa dampak positif.

Akhir kalimat, “Manusia sangat mungkin melakukan perbuatan negatif, tetapi yang tidak dibenarkan adalah mempertahankan sesuatu yang negatif dan mengulanginya hingga menjadi kebiasaan negatif. Merokok adalah kebiasaan negatif, yang diciptakan manusia untuk menghancurkan dirinya sendiri...”

Semoga bermanfaat.

Salam,

Prigell Priya Ragil

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini