Selamat datang di http://prigell-zone.blogspot.com . Blog ini bersifat umum; isi artikel multi-katagori sesuai mood dan apa yang sedang dipikirkan penulis. Anda dipersilakan untuk meng-copy, mem- paraphrase dan quote sesuai kaidah HAKI yang berlaku. Segala saran positif akan sangat penulis hargai. [EN: Welcome to http://prigell-zone.blogspot.com. This blog is general; multi-category content of the article according to mood and what the author was thinking. You are welcome to copy, to paraphrase and quote according to the rules of intellectual property laws. Any positive advice would be greatly appreciated writer.] -Prigell Priya Ragil-

Kamis, 16 Juni 2011

Perang Melawan Virus Influenza


Sakit flu sering kali dianggap penyakit ringan dan remeh. Demam, batuk, pilek dan sakit tenggorokan merupakan ciri utama serangannya. Siapasih yang tidak pernah mengalaminya? Anda pasti setuju bahwa penyakit sejuta umat ini memang sangat menjengkelkan. Namun tahukah anda, apakah sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh, ketika kita terserang influenza?

Gambar berikut ini adalah sel virus:

Penyakit influenza dapat dikategorikan menjadi 3 bagian, yaitu influenza A,B dan C yang masing-masing disebabkan oleh tipe virus yang berbeda.

1. Influenza tipe A yang lebih sering dikenal sebagai Flu burung dapat menginfeksi manusia, kuda, babi, anjing laut, ikan paus dan binatang lainnya walaupun sebenarnya burung liar adalah tempat tinggal alamiah mereka.

2. Influenza tipe B umumnya ditemukan di manusia. Merupakan satu-satunya spesies dalam genus Orthomyxoviridae. Virus ini menginfeksi manusia dan anjing laut. Mutasinya tidak secepat flu burung, tetapi ia jauh lebih berbahaya dari pada influenza tipe C.

3. Influenza tipe C hanya menyebabkan sakit ringan pada manusia. Hampir semua manusia dewasa pernah terinfeksi influenza C, yang dapat menyebabkan rasa sakit di wilayah pernapasan bagian atas. Jarang sekali wilayah bagian bawah dapat terinfeksi.




Virus : Mahkluk Paling Parasit

Sebelum memahami influenza, ada baiknya kita mengerti terlebih dahulu,sebenarnya apa yang dimaksud dengan virus ? Kata “Virus” berasal dari bahasa latin yang artinya “cairan beracun”. Status virus sendiri masih diperdebatkan, apakah ia mahkluk hidup atau tidak.. Ia mahkluk yang sangat mungil, hanya sepanjang 20nm. Tubuhnya hanya terdiri dari DNA dan RNA Akan tetapi,tokoh antagonis dalam dunia medis ini memang merupakan mahkluk yang paling parasit di seluruh muka bumi. Virus memang hanya dapat bertahan hidup dengan cara “menumpang” didalam sel.

Bahan genetik virus yang memasuki sel inangnya akan memproduksi bangunan pelindung disekitar virus yang diberi nama virion. Selubung virion memiliki struktur heksagonal pada permukaannya dan dapat terbentuk sepanjang 500 mikron, 250 kali lebih panjang dari pada ukuran virus aslinya. Virion ini akan mengirimkan gen virus pada sel lainnya untuk menularkan infeksi lebih luas lagi

Jalan Masuk Invasi Virus

Tanpa kita sadari, seorang manusia sesungguhnya menghadapi tantangan yang sangat berat untuk bertahan hidup. Bayangkan saja, setiap detiknya, tubuh kita menghadapi serbuan jutaan virus dan bakteri yang selalu mencari celah untuk mengeksploitasi sumber daya di dalam sel-sel tubuh. Dari manakah mereka datang?

1. Kulit

Sebenarnya, lapisan terluar kulit terdiri dari sel-sel mati sehingga tidak dapat mendukung kehidupan virus. Virus tidak dapat menembus kedalam kulit begitu saja. Namun, virus dapat menumpang melalui gigitan nyamuk, binatang, jarum suntik atau luka.

Secara tidak langsung, virus dapat menular melalui jabat tangan maupun kontak langsung dengan barang-barang yang dipakai penderita. Pasien flu biasanya sering kali menyentuh hidung mereka, sehingga virus berpindah dari saluran pernapasan menuju tangan. Virus-virus tersebut dapat menular ke manusia lainnya melalui jabat tangan. Dan bila tangan seorang manusia sehat yang terkontaminasi virus menyentuh hidung atau matanya, maka virus-virus tersebut menemukan jalan masuk.

Virus juga dapat menempel di benda-benda. Dalam sebuah studi yang dilakukan, 59% perabotan dirumah kita diketahui telah terkontminasi RNA virus influenza, dan benda yang paling rentan untuk menjadi tempat penyebaran virus adalah uang.

2. Saluran Pernafasan

Saluran pernafasan merupakan rute masuk virus yang paling rawan karena kita setidaknya menghirup 6 liter udara dalam semenit. Alasan mengapa kita tidak selalu terinfeksi adalah karena ada berlapis-lapis sistem pertahanan tubuh yang membentengi diri kita. Berbicara, menyanyi, dan pernapasan normal semuanya menghasilkan uap nafas yang terkontaminasi virus. Akan tetapi batuk dan bersin dapat meluapkan hingga puluhan juta virus.

Peristiwa hebatnya penularan influenza ini terjadi pada sebuah pesawat komersial akhir tahun 1970. Pesawat yang mengangkut 54 penumpang tersebut tertunda penerbangannya selama 3 jam. Dalam periode tersebut, sistem ventilasi udara mengalami gangguan. Dan hanya dalam waktu 3 hari , 75% dari penumpangnya terserang influenza. Penyelidikan yang dilakukan menunjukkan bahwa sebelum kejadian, sumbernya hanya satu orang yang sakit flu.

Siklus Infeksi Influenza

Influenza C adalah virus yang sangat “merakyat”, karena menyerang siapa saja dan ada dimana-mana. “Jantung” dari virus influenza C ini terdiri dari ribonucleoproteinyang terdiri dari 7 segmen RNA dan 4 buah protein yaitu CM2, HEF,HA dan NA. Ketika menemukan sel, calon sasarannya, sang virus akan segera beraksi, menimbulkan lingkaran siklus infeksi didalam tubuh.

Agar mudah dipahami, para ahli virus membagi tahapan siklus infeksi menjadi beberapa tahap, yaitu :
  1. Virion menempel dan memasuki sel
    Virion akan menemukan “tempat parkir” untuk menempel pada sel inang. “tempat parkir” atau reseptor khusus ini berupa partikel gula sialic acid. Protein virus influenza, HA akan langsung mengikatkan dirinya pada rantai senyawa galaktosa ini. Setelah itu, Virion akan menggali dinding sel dan menembus kedalamannya.
  2. Penerjemahan mRNA menjadi protein
  3. Penggandaan RNA dan DNA, pada tahap ini materi genetik virus akan di “fotokopi” sebanyak  mungkin.
  4. “Kongres” Partikel Virus Baru
    Dengan memanfaatkan sumberdaya didalam sel induknya, virus akan menggelar semacam pertemuan akbar, membentuk virion. Selanjutnya, virion baru akan “diutus” untuk menginfeksi sel lainnya.
Mengawal “Perbatasan” dari Serangan

Walaupun influenza dapat menyerbu di setiap detik, kita tidak selalu “jatuh sakit”. Semua ini karena ada “pasukan perbatasan” yang harus dilangkahi terlebih dahulu. Mahkluk asing yang memasuki saluran pernapasan bagian atas akan terperangkap di saluran mucus dan dibawa turun ketenggorokan, sementara partikel asing yang sampai keparu-paru akan digiring oleh sel-sel cilia ke atas tenggorokan. Disinilah tersedia banyak pasukan makrofage yang bertugas melibas semua invasi mahkluk asing.
Kendati demikian, infeksi bisa juga menyebar melalui air ludah ke wilayah pernapasan yang lain. Jika infeksi telah terjadi di tenggorokan, itu artinya virus flu telah berhasil menghindari serbuan sel makrofage.

Siaga Satu Serangan Influenza

Strategi perlawanan terhadap influenza terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah sistem pertahanan alami. Sistem ini merupakan pertahanan otomatis yang dilakukan oleh para “prajurit garis depan”, yaitu netrofil yang bereaksi cepat, dalam hitungan menit hingga jam.

Kata kunci dari sistem pertahanan ini adalah “mahkluk asing”. Protein virus akan segera dikenali oleh “radar” protein sel netrofil yang diberi nama pattern recognition receptors. Reseptor ini dapat mengenali sel yang terinfeksi virus karena protein asingnya tidak ditemukan pada sel yang sehat. Begitu sang radar mencekal protein asing, maka enzim cytokinedilepaskan. 80% dari cytokinedihasilkan ketika sel yang terinfeksi virus ditangani oleh netrofil.

Enzim cytokine ini merupakan alarm bahwa tubuh dalam keadaan ‘siaga satu”. Walaupun kemudian, alarm ini memiliki efek samping menyebabkan demam, mengantuk, sakit otot, dan hilang selera makan. Cytokine terdiri dari banyak jenis dengan fungsi bervariasi, diantaranya :
- Tumor necrosis factor alpha (TNF-α)
- Interferon-α (IFN-α)
- Interferon -β (IFN-β)
- Interleukin-6 (IL-6)
- IL-12
- IFN-γ.

TNF-α merupakan cytokine yang dibuat dengan mengaktifkan sel denritik (monosit) dan makrofage. Cytokine inilah yang akan melebarkan pembuluh darah sehingga pasukan sel darah putih dapat lebih mudah dialirkan kedaerah infeksi. TNF-α ini juga akan menyuntikkan antivirus untuk membunuh sel-sel yang telah terlanjur terinfeksi, untuk mencegah virus diproduksi lebih banyak.

Bagian lain dari sistem pertahanan garis depan adalah sel pengawal, sel dendritik dan makrofage. Sel pengawal akan berpatroli mencari tanda-tanda infeksi. Sel dendritik mengikat cytokine yang dihasilkan sel yang terinfeksi virus dan juga membersihkan protein virus yang terlepas dari sel-sel yang telah mati.

Benteng Pertahanan Antibodi

Status “siaga satu” diberlakukan supaya benteng pertahanan yang sebenarnya punya waktu untuk mempersiapkan diri. Pertahanan lapis kedua, yang lebih dikenal sebagai pertahanan adaptif bersifat jauh lebih kuat, hanya saja memerlukan waktu yang lebih lama. Jika pada lapis pertama, kuncinya terletak pada “mahkluk asing”, maka pada lapis kedua, kuncinya terletak pada “memori”.

Sistem ini melibatkan limfosit B yang akan memproduksi antibodi. Antibodi memiliki ingatan yang sangat spesifik. Salah satu caranya untuk menetralisir virus adalah dengan menghalangi infeksi virus secara langsung. Antibodi akan langsung mencegah virus melakukan penempelan , maupun penggalian dinding sel.


Mutasi Virus Mengecoh Antibodi



Mengetahui bahwa antibodi merupakan prajurit yang tidak mudah lupa, maka virus influenza akan menyesuaikan serangannya. Ia menggunakan strategi “Drift Antigenik”, dimana Virus secara perlahan bermutasi menghasilkan virus strain baru yang tidak dapat dikenali oleh antibodi virus yang lama. Itulah sebabnya kita dapat terserang flu berkali-kali. Jadi, tak heran bila tidak ada vaksin untuk influenza tipe C yang dapat berlaku seumur hidup.

Pada akhirnya, mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Penyebaran influenza dapat direm dengan menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin. Mencuci tangan dengan sabun juga merupakan pencegahan yang efektif. Konsumsi makanan yang bergizi dapat memberikan persediaan perbekalan yang melimpah bagi pasukan sel darah putih melakukan tugasnya, menjaga kesehatan kita.

http://dzarmono.wordpress.com/2006/02/24/jenis-jenis-strain-virus-influenza/
http://www.virology.ws

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini