Selamat datang di http://prigell-zone.blogspot.com . Blog ini bersifat umum; isi artikel multi-katagori sesuai mood dan apa yang sedang dipikirkan penulis. Anda dipersilakan untuk meng-copy, mem- paraphrase dan quote sesuai kaidah HAKI yang berlaku. Segala saran positif akan sangat penulis hargai. [EN: Welcome to http://prigell-zone.blogspot.com. This blog is general; multi-category content of the article according to mood and what the author was thinking. You are welcome to copy, to paraphrase and quote according to the rules of intellectual property laws. Any positive advice would be greatly appreciated writer.] -Prigell Priya Ragil-

Rabu, 22 Juni 2011

Pentingnya Rasa Syukur

"Jika Anda tidak hidup pada kenyataan yang Anda inginkan, maka mulai lah menata pikiran Anda untuk menikmati hidup seburuk apa pun yang Anda miliki sambil terus bermimpi tentang masa depan Anda. Maka, kenyataan Anda selanjutnya pasti akan luar biasa!"

Membuka ingatan jejak rekam hidup saya, saya terlahir dan besar bukan dari keluarga kaya secara finansial. Ketika sisi negatif bertanya; apakah saya tidak seberuntung orang lain? Sisi positif saya menjawab; Apa itu keberuntungan? Lalu saya memahami, siapa pun orangnya, dari mana pun asalnya, sekaya apa pun dia, seberuntung apa pun orang itu tetap akan merasa menjadi orang ‘terburuk’ jika di hatinya tidak ada rasa syukur.


Spending free-time with beloved Mama ;-)


Merasa terpuruk ketika dalam masa-masa sulit menjadi benar-benar sulit adalah hal lumrah menimpa siapa saja. Begitu pula dengan keterbatasan yang saya alami, saya pernah merasa tidak seberuntung teman-teman lain yang selepas SMA melanjutkan sekolah tinggi, tetapi tidak dengan diri saya, sementara gelora belajar sangat tinggi. Ada satu hal yang membuat saya bangkit dari merasa terpuruk tersebut, yakni RASA SYUKUR.

Saya mulai mensyukuri hal-hal kecil yang saya miliki. Saya bersyukur karena saya memiliki banyak sahabat yang mengetahui siapa saya dan mereka tidak mempermasalahkannya. Saya bersyukur memiliki seorang adik dan banyak kakak (9 bersaudara) yang sangat kompak, saling membantu satu sama lain. Saya bersyukur masih bisa melihat senyuman kedua orang tua; Bapak dan Mama. Saya bersyukur akhirnya sekarang saya masih bisa sekolah walau sebenarnya tidak punya uang cukup untuk sekolah. Saya bersyukur memiliki rumah keluarga untuk berteduh walau pun tidak bisa dibilang bagus. Saya bersyukur bisa mendapatkan tambahan uang dari menulis konsep iklan produk shampo, meski nilainya tidak seberapa. Dan banyak syukur yang saya hadiahkan untuk diri saya sendiri, syukur yang saya panjatkan pada Allah SWT.
I like brown colour ^_^


Lambat laun, perasaan ketidakberuntungan saya berganti dengan perasaan-perasaan positif dalam hidup saya dan harus saya akui perasaan itu yang mempermudah saya mencapai apa pun yang saya inginkan.

***************************************************************

Rasa syukur membuat mental kita bergerak ke arah yang positif. Jika secara materi kita tidak kaya, kekayaan hati kita membuat kita merasa lebih nyaman. Jika secara intelegensia, kita bukan lah orang yang pintar, kestabilan syukur membuat emosi kita memenuhi seluruh jiwa. Dengan kata lain, rasa syukur mampu memancarkan energi-energi positif dalam pikiran sehingga dapat menarik kelebihan-kelebihan dalam diri dan mengabaikan kekurangan -kekurangan dalam hidup kita.

Rasa syukur menjadi salah satu bukti dan bentuk terima kasih kepada Allah SWT karena sudah memberikan keluarga, keadaan, nafas, fisik, pikiran dan segala sesuatu yang ada dalam hidup kita tanpa keluh kesah. Dan, inilah umat yang Allah cintai. Hidup tanpa keluh kesah namun dengan reaksi positif menanggapi segala persoalan dalam hidupnya.

Kebanyakan dari manusia merasa pesimis pada masa depannya ketika dia menyadari bahwa kenyataan yang dialami saat ini jauh dari apa yang dia inginkan. Orang miskin berpikir bahwa hingga ketujuh turunannya akan tetap miskin, orang bodoh menganggap kebodohannya adalah penyakit turun temurun, orang cacat berpikir kecacatannya akan menghambat hidupnya sampai kapan pun dan berbagai persoalan manusia yang kadang dianggap dapat memutus masa depan yang lebih gemilang. Padahal, jika saja semua orang pandai melihat tanah dibandingkan langit, melihat persoalan orang lain dibandingkan menangisi persoalan dirinya, maka dia akan takjub pada diri sendiri dan menyadari bahwa dirinya lebih beruntung dibandingkan yang lainnya.



Jika saja yang dilihat oleh semua manusia adalah sisi positif bukan sisi negatifnya semata, maka manusia akan takjub pada dirinya sendiri bahwa begitu banyak yang harus disyukuri dibandingkan ditangisi. Manusia harus percaya dan lagi-lagi harus menyakini bahwa “di balik kesulitan ada kemudahan, di balik masalah ada makna tersembunyi”. Klise memang, tapi itulah yang sebetulnya terjadi pada manusia. Jika manusia bisa memanfaatkan kesulitannya ke arah yang positif, niscaya dia akan mendapatkan banyak kemudahan-kemudahan di masa depannya!


*Terima kasih buat Ibu Indari Mastuti Rezki Resmiyati Soleh Addy, Pemimpin Indscript Creative

1 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini