Selamat datang di http://prigell-zone.blogspot.com . Blog ini bersifat umum; isi artikel multi-katagori sesuai mood dan apa yang sedang dipikirkan penulis. Anda dipersilakan untuk meng-copy, mem- paraphrase dan quote sesuai kaidah HAKI yang berlaku. Segala saran positif akan sangat penulis hargai. [EN: Welcome to http://prigell-zone.blogspot.com. This blog is general; multi-category content of the article according to mood and what the author was thinking. You are welcome to copy, to paraphrase and quote according to the rules of intellectual property laws. Any positive advice would be greatly appreciated writer.] -Prigell Priya Ragil-

Rabu, 29 Juni 2011

Me As Moslem


Lebaran Day
Bila hati kita merasa hidup itu mencari kebahagiaan, artinya yang kita cari berada di hati. Di luar hati adalah jalan, bukan tujuan. Sebagaimana kita tahu, ada jalan lurus, berkelok, terjal, rusak, lancar, dsb. 

Untuk mencari jalan yang terjamin kebenarannya, kata kuncinya: Tuhan, selain itu tidak ada jaminan. Lepaskan pikiran yang mengisi otak kita agar kita benar-benar objektif memilih, sehingga menemukan jalan Tuhan. Lupakan kata Si Ini, Si Itu, Si Anu ; meskipun mereka terlihat manusia sempurna, sementara lupakan dulu. Yang jadi acuan hanya Kata Tuhan. Apa yang Tuhan arahkan, itu yang seharusnya diikuti.

Sebagai orang yang mengimani Tuhan, tentunya kita secara total mengikuti apa pun yang Tuhan tunjukkan. Selain jalan Tuhan, jalan itu seuatu saat akan menyusahkan kita; susah secara fisik sifatnya sementara, paling tidak selama kita hidup, tetapi susah secara hati, artinya penderitaan yang panjang, secara fisik kita hidup tetapi seperti zombi.

Setelah kita sepakat dengan diri sendiri untuk menyerahkan sepenuhnya hidup mati kita pada jalan Tuhan, kita dengan ringan mengikuti bagaimana pun jalan yang Tuhan tunjukkan.

*Sebagai Muslim saya meyakini, bahwa saya akan melewati beberapa alam; alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam kubur, dan paling akhir alam keabadian Surga atau Neraka. Saya telah melewati alam arwah dan rahim. Dan sekarang sedang menjalani alam dunia. Di alam dunia ini, Allah SWT menunjukkan klu; bahwa tujuan saya hidup di dunia adalah ibadah, untuk bekal kelak hidup di alam selanjutnya.

Untuk beribadah dalam kehidupan saya sehari-hari, Allah telah memberi saya pokok dari segala jalan yaitu berupa jalan tauhid, yakni jalan yang bila kita mengikuti jalan itu artinya kita berada pada jalan yang benar, bila tidak melalui jalan itu, artinya kita berada pada jalan yang salah. Apa itu jalan tauhid? Jalan tauhid yaitu pokok jalan yang mengatakan bahwa Allah itu Tuhan Yang Maha Esa, mustahil ada Tuhan selain Allah. Allah itu tidak ber-anak, tidak pula diper-anak-kan dari siapa atau apa pun. Allah sudah ada sebelum semuanya ada, dan tetap ada setelah semuanya telah tiada. 

Jalan tauhid itu dibundel dalam satu risalah berupa ajaran Islam, yang secara mudah diartikan sebagai jalan keselamatan. Risalah Islam disampaikan melalui mahluk yang berupa malaikat kepada mahluk berupa para nabi; sejak Nabi Adam AS sampai Nabi Muhammad SAW.

Kitab Allāh (Arab: كتاب الله, Kitabullah) adalah catatan-catatan yang difirmankan oleh Allah kepada para nabi dan rasul. Umat Islam diwajibkan meyakininya, karena mempercayai kitab-kitab selain Al Quran sesuai dengan salah satu Rukun Iman.
Dalam firman Allah ayat Al Imraan 3 ayat 4:
Sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).
—(Al Imran 3:4)
Kemudian An Nissa 4 ayat 136 dan 163:
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.
—(An Nissa 4:136)
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
—(An Nissa 4:163)

Tulisan-tulisan firman Allah (Kitab Allah) zaman dahulu dibuat menjadi 2 jenis, yaitu bisa berupa shuhuf dan mushaf. Kata Suhuf pula terdapat di surah al A'laa
(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
—(al A'laa 87:19)
Kedua kalimat itu berasal dari akar kalimat yang sama yaitu, Sahafa "Menulis". Shuhuf (Arab: صحيفة Tunggal: sahifa) berarti sepenggal kalimat yang ditulis dalam material seperti kertas, kulit, papirus dan media lain. Sedangkan mushaf (Arab: مصحف Jamak: masahif) berarti kumpulan-kumpulan shuhuf, yang dibundel menjadi satu, seperti 2 cover dalam satu isi.

Dalam sejarah penulisan dari teks Qur'an, suhuf terdiri dari beberapa lembaran yang pada akhirnya Qur'an dikumpulkan pada masa Abu bakar. Dalam suhuf tersebut susunan tiap ayat di dalam surah telah tepat, tetapi lembaran-lembaran yang ada belumlah tersusun dengan rapi, tidak dibundel menjadi satu isi.

Kalimat mushaf pada saat ini memiliki arti lembaran-lembaran yang dikumpulkan di dalam Qur'an yang telah dikoleksikan pada masa Utsman bin Affan. Pada saat itu, tiap ayat di dalam surah telah disusun dengan rapi. Saat ini umat Islam juga menyebut setiap duplikat Qur'an, yang mana memiliki keteraturan tiap ayat dan surah disebut mushaf.



Shuhuf

Beberapa nabi yang dikatakan memiliki shuhuf adalah:
  • Adam AS - 10 shuhuf
  • Syits AS - 60 shuhuf
  • Idris AS - 30 shuhuf
  • Ibrahim AS - 30 shuhuf
  • Musa AS - 10 shuhuf
Untuk shuhuf Ibrahim dan Musa tercantum di dalam firman Tuhan, surah Al A'la dan An Najm, yang berbunyi;
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.
—(Al A’la : 14-19)
Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
—(An Najm : 36-37)

Mushaf

Beberapa suhuf yang telah dicatat dari firman Allah kemudian dijadikan satu yang memiliki nama bermacam-macam, yang telah diberikan kepada para rasul-Nya. Di antaranya adalah:

Taurat (Torah)

Taurat adalah tulisan berbahasa Ibrani, berisikan syariat (hukum) dan kepercayaan yang benar dan diturunkan melalui Musa. Isi pokok Taurat adalah 10 firman Allah bagi bangsa Israel. Selain itu, Taurat berisikan tentang sejarah nabi-nabi terdahulu hingga Musa dan kumpulan hukum.
(Tuhan Allah) telah menurunkan kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang terdahulu dari padanya, lagi menurunkan Taurat dan Injil.
—(Ali Imran: 3)

Zabur (Mazmur)

Zabur berisi mazmur (nyanyian pujian bagi Allah) yang dibawakan melalui Daud yang berbahasa Qitbi. Kitab ini tidak mengandung syariat, karena Daud diperintahkan untuk meneruskan syariat yang telah dibawa oleh Musa.
Dan kami telah memberi kitab zabur kepada Nabi Dawud.
—(An-Nisa; 163)

Injil

Injil pertama kali ditulis menggunakan bahasa Suryani melalui murid-murid Isa AS untuk bangsa Israel sebagai penggenap ajaran Musa. Kata Injil sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu euangelion yang berarti "kabar gembira". Injil-injil tidak mempunyai pembahasan sistematis mengenai satu tema atau tema-tema tertentu, meskipun di dalamnya banyak membahas hal kerajaan Surga. Injil yang ada saat ini mengandung firman Allah dan riwayat Isa, yang semuanya ditulis oleh generasi setelah Isa.
Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan 'Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
—(Al-Maa`idah 5:46)

Al-Qur`an

Al-Qur`an merupakan kumpulan firman yang diberikan Allah sebagai satu kesatuan kitab sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat muslim. Menurut syariat Islam, kitab ini dinyatakan sebagai kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, selalu terjaga dari kesalahan, dan merupakan tuntunan membentuk ketaqwaan manusia.
Pada bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
—(Al-Baqarah: 185)
Tampilan Al-Qur`an dianggap unik, karena berupa prosa berirama, puisi epik, dan simfoni dalam keterpaduan teks yang indah. Isi Al-Qur`an juga dianggap unik, berupa paduan filsafat semesta, catatan sejarah, peringatan-peringatan dan hiburan, dasar-dasar hukum, serta doa-doa.
Bagi umat Islam, tidak disyariatkan untuk mempelajari isi Taurat, Zabur, dan Injil yang ada saat ini, karena menurut ajaran Islam, dianggap telah mengandung berbagai tafsiran yang tidak benar dan karena isi kesemua kitab yang masih diperlukan, telah dimasukkan ke dalam kitab Al-Qur`an. Namun tidak diperlukan juga upaya untuk menyerang atau menyalah-nyalahkan isi Taurat, Zabur, atau Injil, karena terdapat ayat-ayat Allah di dalamnya.

Semua muslim meyakini bahwa wahyu sifatnya progresif, yakni wahyu Tuhan berkembang dengan seiring berjalannya waktu dan perbedaan kelompok masyarakat. Di dalam Al Quran membenarkan tentang adanya larangan bekerja di hari Sabbath dalam Taurat, tetapi Al Quran membolehkan bekerja dan mengesampingkan hal tersebut.
Diawal tahun kenabian Muhammad, sebuah wahyu diberitakan kepadanya,

Katakanlah: Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu...
—(Al Maidah 5:68)


Wallahu 'alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Ada kesalahan di dalam gadget ini